Aturan & Syarat PPN DTP 2026: Panduan Lengkap Beli Rumah Bebas Pajak 100%

Pemerintah resmi melanjutkan insentif PPN DTP 100% hingga akhir tahun 2026 melalui PMK 90/2025. Pelajari kriteria unit, batas harga Rp2 Miliar hingga Rp5 Miliar, dan simulasinya.
Poin Kunci Kebijakan PPN DTP 2026 (PMK 90/2025)
- Insentif Penuh 100%: Pemerintah menanggung 100% PPN terutang untuk bagian harga jual sampai dengan Rp2.000.000.000 (Rp2 Miliar).
- Plafon Harga Properti: Berlaku untuk rumah tapak atau apartemen baru siap huni dengan harga jual maksimal Rp5.000.000.000 (Rp5 Miliar).
- Periode Penyerahan: Berita Acara Serah Terima (BAST) dan pendaftaran faktur pajak harus rampung antara 1 Januari – 31 Desember 2026.
Pokok Regulasi Perpanjangan PPN DTP 2026
Kabar baik bagi calon pembeli hunian pertama di kawasan metropolitan maupun satelit penyangga seperti Jabodetabek, Surabaya Raya, dan Bandung Raya. Melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 90 Tahun 2025, pemerintah secara resmi memperpanjang fasilitas Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100% penuh sepanjang tahun 2026.
Kebijakan ini menjadi katalis utama untuk memperkuat daya beli masyarakat sekaligus menyukseskan Program 3 Juta Rumah.
Tabel Ringkasan Ketentuan Resmi PMK 90/2025
| Parameter Regulasi | Ketentuan Resmi Pemerintah |
|---|---|
| Besaran Insentif PPN | 100% PPN DTP (Masa Pajak 1 Jan – 31 Des 2026) |
| Batas Maksimal Harga Jual | Maksimal Rp5.000.000.000 (Rp5 Miliar) |
| Dasar Pengenaan Pajak (DPP) Insentif | Bebas PPN 100% untuk porsi harga s.d. Rp2 Miliar |
| Kondisi Fisik Properti | Rumah Tapak Baru atau Apartemen Siap Huni (Ready Stock) |
| Identitas & Faktur Pajak | Wajib memiliki Kode Identitas Rumah (SIKUMBANG) |
Simulasi Riil Penghematan Pajak Pembelian Properti
Banyak calon konsumen mengira rumah seharga di atas Rp2 miliar tidak mendapatkan diskon pajak sama sekali. Faktanya, insentif tetap berlaku proporsional:
Kasus A: Rumah Tipe 60 Seharga Rp1,5 Miliar (Di Bawah Rp2 Miliar)
- Harga Pokok Rumah: Rp1.500.000.000
- Tarif PPN Normal (11%): Rp165.000.000
- PPN Ditanggung Pemerintah (100%): Rp165.000.000
- Total PPN yang Dibayar Pembeli: Rp0 (GRATIS)
- Total Dana Dihemat: Rp165.000.000
Kasus B: Rumah Tipe 120 Seharga Rp3 Miliar (Di Antara Rp2 M - Rp5 M)
- Harga Pokok Rumah: Rp3.000.000.000
- Porsi Harga Bebas PPN (Maksimal DPP): Rp2.000.000.000 (Hemat PPN 11% = Rp220.000.000)
- Porsi Harga Dikenai PPN Normal: Rp1.000.000.000 (PPN 11% = Rp110.000.000)
- Total PPN yang Dibayar Pembeli: Rp110.000.000 (Bukan Rp330 Juta seperti tarif normal)
- Total Dana Dihemat: Rp220.000.000
Hemat Rp 165 Juta di Tangerang Selatan
Budi (31 tahun) membeli unit rumah ready stock seharga Rp1,5 Miliar di kawasan BSD Serpong. Melalui insentif PPN DTP 2026, ia tidak membayar PPN sama sekali (Rp0), sehingga dana tersebut dialihkan untuk dana darurat dan biaya interior rumah.
"Penghematan pajaknya langsung terasa di awal transaksi tanpa proses klaim berbelit."
— Simulasi Transaksi Properti 2026
Pemberitahuan Redaksi (Editorial Disclosure)
Artikel di PropertyID disusun melalui proses riset dan penulisan berbantuan teknologi, kemudian ditinjau dan divalidasi oleh tim redaksi sebelum dipublikasikan untuk memastikan keakuratan informasi, khususnya terkait data regulasi, simulasi finansial, dan ketentuan perbankan yang berlaku.
Sarah Amelia
Sarah Amelia adalah analis keuangan dengan pengalaman lebih dari 8 tahun di industri perbankan dan pembiayaan hunian. Ia fokus menyajikan panduan KPR, simulasi cicilan, dan kalkulasi investasi properti yang praktis dan mudah dipahami.
Rekomendasi Artikel Lain

KPR Tenor 30 & 40 Tahun 2026: Simulasi Cicilan, Syarat, dan Untung-Rugi untuk Generasi Muda
28 Agustus 2026

KPR Syariah vs Konvensional 2026: Perbedaan Akad Murabahah & MMQ, Simulasi Cicilan Bebas Bunga Floating
25 Agustus 2026

Strategi Kumpulkan DP Rumah 10% Tanpa Mengganggu Tabungan Darurat: Panduan KPR Flexi & Simulasi 2026
24 Agustus 2026