Batas Minimal Harga Rumah & Apartemen WNA per Provinsi di Indonesia (Tabel Resmi 2026)

Tabel resmi ambang batas harga minimal pembelian rumah tapak dan apartemen bagi Warga Negara Asing (WNA) berdasarkan Keputusan Menteri ATR/BPN per provinsi di Indonesia.
Official Regulatory Threshold Notice
- Statutory Price Floors: Pemerintah menetapkan ambang batas harga minimal pembelian properti hunian oleh WNA untuk melindungi segmen hunian menengah-bawah bagi WNI.
- Regulasi Acuan: Keputusan Menteri ATR/Kepala BPN No. 1241/SK-HK.02/IX/2022 tentang Batas Harga Minimal Rumah Tempat Tinggal/Hunian WNA.
Aturan Batas Minimal Harga Pembelian Properti bagi WNA
Dalam rangka menjaga keseimbangan pasar properti nasional dan melindungi akses hunian terjangkau bagi warga lokal, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memberlakukan ketentuan batas harga minimal (price ceiling floor) bagi Warga Negara Asing (WNA) yang membeli rumah tapak atau apartemen di Indonesia.
Tabel Resmi Batas Harga Minimal Properti WNA per Provinsi
| Wilayah / Provinsi | Minimal Harga Rumah Tapak (IDR) | Minimal Harga Apartemen (IDR) |
|---|---|---|
| DKI Jakarta | Rp 5.000.000.000 (± USD $320k) | Rp 3.000.000.000 (± USD $190k) |
| Banten & Jawa Barat | Rp 5.000.000.000 (± USD $320k) | Rp 2.000.000.000 (± USD $128k) |
| Bali | Rp 5.000.000.000 (± USD $320k) | Rp 2.000.000.000 (± USD $128k) |
| Jawa Tengah & DI Yogyakarta | Rp 5.000.000.000 (± USD $320k) | Rp 1.000.000.000 (± USD $64k) |
| Jawa Timur | Rp 5.000.000.000 (± USD $320k) | Rp 1.500.000.000 (± USD $96k) |
| Nusa Tenggara Barat (Lombok) | Rp 3.000.000.000 (± USD $190k) | Rp 1.000.000.000 (± USD $64k) |
Implikasi Praktis bagi Pembeli Asing
WNA harus memastikan bahwa nilai transaksi bersih yang tertera di Akta Jual Beli (AJB) atau Akta Peralihan Hak memenuhi batas minimal di atas. Jika nilai transaksi di bawah ambang batas, Kantor Pertanahan setempat (BPN) berhak menolak pendaftaran balik nama sertifikat Hak Pakai.
Pemberitahuan Redaksi (Editorial Disclosure)
Artikel di PropertyID disusun melalui proses riset dan penulisan berbantuan teknologi, kemudian ditinjau dan divalidasi oleh tim redaksi sebelum dipublikasikan untuk memastikan keakuratan informasi, khususnya terkait data regulasi, simulasi finansial, dan ketentuan perbankan yang berlaku.
Sarah Amelia
Sarah Amelia adalah analis keuangan dengan pengalaman lebih dari 8 tahun di industri perbankan dan pembiayaan hunian. Ia fokus menyajikan panduan KPR, simulasi cicilan, dan kalkulasi investasi properti yang praktis dan mudah dipahami.


